Predikat TKA 2026 dan Standar Skor Kelulusan - Artikel - Politeknik Artificial Intelligence Budi Mulia Dua (PLAI BMD)
Umum

Predikat TKA 2026 dan Standar Skor Kelulusan

Oleh Arkhan Mahardika, S.Si. (Digital Marketing)

23 September 2026 Umum
memahami-sistem-predikat-tka-2026-berapa-skor-aman-untuk-lolos

Memahami Sistem Predikat TKA 2026: Berapa Skor Aman untuk Lolos?

Setelah berminggu-minggu berjibaku dengan buku latihan soal dan simulasi, momen paling menegangkan akhirnya tiba saat lembar hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) dirilis. Namun, bagi sebagian besar peserta, melihat deretan angka pada sertifikat hasil ujian sering kali menimbulkan kebingungan baru. Bagaimana sebenarnya cara membaca skor tersebut?

Tahun ini, sistem penilaian tidak sekadar menampilkan angka mentah, melainkan mengonversinya ke dalam bentuk Predikat TKA 2026. Sistem predikat ini dirancang untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai posisi kemampuan kognitif seorang siswa dibandingkan dengan populasi peserta lainnya secara nasional.

Secara umum, predikat TKA 2026 diklasifikasikan ke dalam beberapa tingkatan, mulai dari "Sangat Baik", "Baik", "Cukup", hingga "Kurang". Pemeringkatan ini menggunakan sistem kurva normal atau Item Response Theory (IRT). Artinya, bobot setiap soal akan berbeda tergantung pada tingkat kesulitannya. Menjawab benar satu soal yang sangat sulit akan memberikan lonjakan skor yang jauh lebih tinggi dibandingkan menjawab benar tiga soal kategori mudah.

Siswa yang berhasil meraih predikat "Sangat Baik" umumnya memiliki probabilitas tinggi untuk diterima di program studi berpersaingan ketat seperti Kedokteran atau Teknik di kampus negeri bergengsi. Sementara itu, predikat "Baik" dan "Cukup" menempatkan siswa pada zona kompetitif untuk jurusan-jurusan dengan tingkat keketatan menengah.

Namun, sebuah realita yang harus dipahami oleh para siswa dan orang tua: predikat TKA bukanlah vonis akhir penentu kesuksesan masa depan. Banyak industri saat ini, khususnya di sektor teknologi, yang sama sekali tidak melirik transkrip nilai akademik saat merekrut tenaga kerja. Mereka mencari skill praktik nyata.

Jika predikat TKA-mu ternyata belum mencapai target, ini bukanlah akhir dunia. Beralihlah ke ekosistem pendidikan yang menghargai praktik seperti PLAI BMD Jogja. Sebagai kampus politeknik yang mencetak ahli Cyber Security, Data Science, dan Artificial Intelligence, kampus ini merekrut inovator muda melalui jalur portofolio tanpa melihat predikat ujian tertulis.