20 Istilah Programming Dasar Mahasiswa Baru AI & IT | PLAI BMD - Artikel - Politeknik Artificial Intelligence Budi Mulia Dua (PLAI BMD)
Program Studi

20 Istilah Programming Dasar Mahasiswa Baru AI & IT | PLAI BMD

Oleh Arkhan Mahardika, S.Si. (Digital Marketing)

25 September 2026 Program Studi
maba-ai-it-kumpul-ini-20-istilah-programming-dasar-sebelum-ngampus

Ini 20 Istilah Programming Dasar Sebelum Ngampus

Menginjakkan kaki pertama kali di kampus teknologi rasanya seperti mendarat di planet lain. Bagi Mahasiswa Baru (Maba) yang berasal dari lintas jurusan seperti IPS atau Bahasa, istilah yang digunakan teman-teman atau dosen IT sering kali terdengar mengintimidasi.

"Eh, tadi error di backend pas lagi compile source code dari repository." Kalimat santai ini bisa memicu culture shock bagi pemula. Agar kamu tidak plonga-plongo saat ospek atau kelas perdana, siapkan catatanmu. Berikut adalah kamus ringkas berisi 20 istilah programming dasar yang wajib maba IT pahami di luar kepala:

  1. Frontend: Bagian dari aplikasi atau website yang bisa dilihat, diklik, dan berinteraksi langsung dengan pengguna (tampilan visualnya).

  2. Backend: Bagian "dapur" dari aplikasi yang beroperasi di belakang layar. Mengurus logika bisnis, database, dan sistem server.

  3. Fullstack: Seseorang (atau posisi pekerjaan) yang menguasai ilmu meracik Frontend sekaligus Backend secara penuh.

  4. Debugging: Proses layaknya detektif mencari bug (kesalahan) di dalam barisan kode, lalu memperbaikinya agar aplikasi berjalan normal.

  5. Framework: Kerangka kerja berisi kumpulan coding siap pakai yang bisa dimanfaatkan programmer agar tidak perlu menulis kode berulang dari nol.

  6. Server: Komputer super kuat (atau sistem) yang hidup 24 jam untuk melayani permintaan data dari aplikasi yang dipakai banyak orang.

  7. Client: Perangkat yang digunakan pengguna (seperti laptop atau smartphone kamu) yang meminta informasi ke server.

  8. UI (User Interface): Tampilan visual software (warna tombol, letak menu, jenis font).

  9. UX (User Experience): Bagaimana rasanya menggunakan aplikasi tersebut, apakah mudah dipahami atau malah bikin pengguna emosi.

  10. Git: Sistem untuk melacak perubahan sejarah pada sebuah kode. Sangat berguna agar programmer tidak bertengkar saat coding bersama tim.

  11. Repository (Repo): Folder atau tempat penyimpanan (biasanya di awan seperti GitHub) tempat seluruh file coding sebuah proyek disimpan.

  12. Deployment: Proses meluncurkan kode yang sudah selesai dibuat di laptop ke server publik agar bisa diakses oleh dunia.

  13. Open Source: Program perangkat lunak yang kode aslinya (source code) dibuka secara gratis untuk umum, boleh dimodifikasi atau disebarluaskan siapa saja.

  14. IDE (Integrated Development Environment): Software khusus yang dipakai programmer untuk mengetik kode (seperti VS Code atau PyCharm), lengkap dengan fitur cek error.

  15. Compile: Proses menerjemahkan teks kode yang ditulis manusia menjadi bahasa mesin (biner) agar bisa dipahami oleh komputer.

  16. String: Tipe data dalam coding yang berbentuk teks atau huruf (misal: "Halo Dunia").

  17. Integer: Tipe data yang berbentuk angka bilangan bulat tanpa koma (misal: 1, 10, 500).

  18. Float: Tipe data angka namun yang memiliki nilai desimal atau koma (misal: 3.14).

  19. Boolean: Tipe data paling simpel karena hanya memiliki dua kemungkinan nilai: True (Benar) atau False (Salah).

  20. OOP (Object-Oriented Programming): Konsep menulis kode dengan membayangkan semuanya sebagai "objek" (misalnya membuat objek 'Mobil' yang punya atribut 'roda' dan perintah 'jalan').

Jangan biarkan deretan istilah ini membuatmu insecure! Perguruan tinggi yang baik adalah perguruan tinggi yang mendidik mahasiswanya dari level paling bawah. PLAI BMD, politeknik AI spesialis Kecerdasan Buatan dan Siber di Yogyakarta, memiliki komitmen "Zero to Hero". Kami menerima lulusan SMA/SMK dari latar belakang IPA, IPS, maupun Madrasah, tanpa diskriminasi.