Hubungan Logika Matematika TKA dan Jurusan IT - Artikel - Politeknik Artificial Intelligence Budi Mulia Dua (PLAI BMD)
Umum

Hubungan Logika Matematika TKA dan Jurusan IT

Oleh Arkhan Mahardika, S.Si. (Digital Marketing)

08 Oktober 2026 Umum
ini-hubungan-nilai-logika-matematika-tka-dengan-kesuksesan-di-jurusan-it

Ini Hubungan Nilai Logika Matematika TKA dengan Kesuksesan di Jurusan IT

Saat melihat pengumuman hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), banyak calon mahasiswa jurusan Teknologi Informasi (IT) yang langsung memusatkan perhatian pada skor "Logika Matematika" atau "Penalaran Numerik". Muncul sebuah kepercayaan umum di kalangan pelajar bahwa jika nilai matematika TKA hancur, maka mustahil bisa bertahan di jurusan IT yang dipenuhi oleh barisan kode program (coding).

Pertanyaannya, apakah korelasi tersebut benar-benar mutlak? Bagaimana sebenarnya hubungan antara nalar matematika di lembar ujian dengan kesuksesan seorang programmer atau engineer di dunia nyata?

Computational Thinking (Berpikir Komputasional) sebagai Benang Merah Dalam berbagai literatur keilmuan komputer modern termasuk konsep Computational Thinking yang dipopulerkan oleh Jeannette Wing (tokoh ilmu komputer global) dijelaskan bahwa ilmu komputer bukanlah ilmu tentang menghitung angka, melainkan ilmu tentang memecahkan masalah (problem solving).

Nilai logika matematika pada TKA pada dasarnya mengukur kemampuan otak untuk:

  1. Dekomposisi: Kemampuan memecah masalah besar (seperti soal cerita matematika yang rumit) menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikerjakan. Di ranah IT, ini sama dengan memecah proyek pembuatan aplikasi besar menjadi fungsi-fungsi coding kecil.

  2. Pengenalan Pola (Pattern Recognition): Tes deret angka pada TKA menguji kecepatan otak menemukan pola. Saat membuat algoritma Machine Learning, mencari pola data yang berulang adalah skill yang paling esensial.

  3. Berpikir Algoritmik: Mengurutkan langkah-langkah sistematis untuk mencapai solusi akhir (jika A maka B, jika tidak maka C).

Kabar Baiknya: Kamu Tidak Harus Jago Kalkulus. Meskipun logika matematika itu penting, Anda tidak perlu khawatir jika tidak hafal rumus integral atau trigonometri rumit saat TKA. Industri IT modern, seperti rekayasa keamanan siber (Cyber Security) atau pengembangan aplikasi, lebih membutuhkan penalaran logika If-Then (jika-maka) daripada perhitungan matematika murni.

Banyak programmer hebat di dunia yang nilai matematika saat SMA-nya pas-pasan, namun mereka sangat kuat dalam logika bahasa dan nalar struktur. Keterampilan ini bisa dilatih seiring berjalannya waktu, asalkan Anda berada di lingkungan pendidikan yang tepat.

Jika kamu merasa logika matematikamu masih perlu diasah namun kamu sangat termotivasi untuk menjadi ahli teknologi, jangan mundur! Pilihlah kampus yang mendidik dari nol (metode Zero to Hero).

PLAI BMD Jogja adalah inkubator vokasi (D4) yang tepat untukmu. Alih-alih mencekik mahasiswa dengan teori matematika murni, kurikulum di sini difokuskan pada 60% Praktik berbasis proyek nyata. Terlebih lagi, Gelombang 1 Pendaftaran telah resmi berjalan sejak 1 Oktober 2026. Daftarkan dirimu melalui jalur Early Bird sekarang juga di plai.ac.id untuk mengamankan 100% Bebas Uang Pangkal dan nikmati proses belajar IT yang aplikatif, seru, dan bebas dari tekanan teori usang.