Belajar SNBT 2026 Pakai AI: Apakah Jawabannya Akurat? Tips & Cara Menggunakannya - Article Politeknik AI BMD
Artificial Intelligence

Belajar SNBT 2026 Pakai AI: Apakah Jawabannya Akurat? Tips & Cara Menggunakannya

Oleh Arkhan Mahardika, S.Si. (Digital Marketing)

19 Februari 2026 Artificial Intelligence
bisakah-menggunakan-ai-untuk-belajar-snbt-2026-apakah-jawabannya-valid

Bisakah Menggunakan AI untuk Belajar SNBT 2026? Apakah Jawabannya Valid?

Setiap tahun menjelang SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes), pola belajar siswa berubah. Dulu siswa bergantung pada buku latihan dan bimbel, sekarang banyak yang membuka chatbot AI terlebih dahulu sebelum membuka buku. Pertanyaan yang sering muncul adalah "apakah belajar menggunakan AI seperti chatbot benar-benar efektif, apakah materinya bisa dipercaya, dan bagaimana cara memanfaatkannya dengan benar?"

Jawabannya tidak sesederhana “boleh” atau “tidak boleh”.

Artificial Intelligence justru sedang menjadi salah satu alat belajar paling besar dalam sejarah pendidikan, tetapi hanya jika digunakan dengan cara yang tepat.


AI sebagai Guru Tambahan (Bukan Pengganti Guru)

Dalam dunia pendidikan modern, AI sebenarnya bukan hal baru. Penelitian pendidikan menunjukkan bahwa sistem AI dapat berfungsi sebagai intelligent tutoring system yang memberikan pembelajaran personal, menyesuaikan materi dengan kebutuhan siswa, serta membantu memahami konsep lebih cepat. AI mampu menjelaskan ulang materi dengan gaya berbeda, memberikan contoh soal tanpa batas, serta menjawab pertanyaan kapan pun.


Penelitian lain juga menemukan bahwa chatbot pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman konsep dan kemandirian belajar siswa. Artinya, AI sangat cocok untuk persiapan SNBT, terutama karena SNBT bukan sekadar hafalan, tetapi tes pemahaman konsep (TPS, literasi, penalaran matematika). Ketika siswa tidak memahami satu topik, mereka bisa langsung meminta AI menjelaskan ulang sampai mengerti.


Namun ada satu catatan penting, AI efektif sebagai asisten belajar, bukan sebagai pengganti proses belajar itu sendiri. Studi pendidikan menunjukkan bahwa siswa yang terlalu bergantung pada AI cenderung mengalami penurunan performa ketika harus mengerjakan ujian tanpa bantuan teknologi. Dengan kata lain, AI membantu latihan tetapi tidak boleh menggantikan berpikir.


Apakah Materi dari AI Selalu Benar?

Inilah bagian paling penting yang sering tidak disadari siswa. AI tidak benar-benar “tahu” jawaban. AI memprediksi jawaban. Model bahasa seperti chatbot bekerja dengan memprediksi kata paling mungkin muncul berdasarkan data pelatihan. Karena itu, AI bisa menjawab dengan sangat meyakinkan meskipun salah. Fenomena ini disebut AI hallucination, yaitu ketika sistem menghasilkan informasi yang terlihat benar tetapi sebenarnya keliru.


Penelitian bahkan menemukan tingkat kesalahan dapat bervariasi cukup besar tergantung topik, dengan risiko kesalahan informasi tetap signifikan pada sistem AI generatif. Masalahnya, siswa sering percaya karena jawabannya terdengar rapi dan percaya diri. Padahal AI bisa saja memberi rumus yang salah, menyebut konsep yang keliru, atau memberikan fakta yang tidak ada sumbernya.


Penelitian akademik juga menunjukkan AI bahkan dapat membuat sitasi atau referensi ilmiah yang sebenarnya tidak pernah ada. Karena itu, materi dari AI bukan tidak valid, tetapi tidak boleh diterima mentah-mentah. AI adalah alat bantu belajar, bukan sumber kebenaran absolut.


Mengapa Justru AI Bisa Sangat Berguna untuk SNBT

Meski memiliki keterbatasan, AI tetap sangat powerful jika digunakan dengan benar. Dalam banyak penelitian pendidikan, penggunaan media pembelajaran berbasis AI terbukti meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa. Keunggulan AI dibanding bimbel tradisional sebenarnya sederhana yaitu AI tidak pernah lelah menjelaskan. Siswa bisa meminta penjelasan materi fungsi kuadrat 10 kali, atau meminta simulasi soal TPS 50 soal, tanpa menunggu jadwal kelas. Bahkan AI bisa mengubah gaya penjelasan dari formal, analogi cerita, hingga langkah matematis rinci. Di sinilah AI sangat cocok untuk SNBT, karena SNBT menilai penalaran. Semakin sering berlatih dan berdiskusi konsep, semakin kuat pemahaman siswa.


Cara Mengoptimalkan AI Agar Jawabannya Lebih Akurat

Masalah utama sebenarnya bukan pada AI, tetapi pada cara siswa bertanya. Semakin umum pertanyaannya, semakin umum pula jawabannya.

Daripada bertanya:

“Jelaskan limit fungsi”

lebih baik bertanya:

“Jelaskan limit fungsi untuk siswa kelas 12, pakai contoh soal SNBT, dan tunjukkan langkah penyelesaiannya satu per satu.”

AI bekerja jauh lebih akurat jika diberi konteks. Ini karena model AI merespons berdasarkan informasi yang tersedia dalam pertanyaan. Peneliti juga menyarankan pengguna melakukan verification behavior atau pengecekan ulang terhadap jawaban AI untuk mengurangi dampak kesalahan.

Cara paling efektif menggunakan AI untuk belajar SNBT adalah gunakan untuk memahami konsep, gunakan untuk latihan soal, tetapi selalu verifikasi dengan buku atau sumber pendidikan resmi. Anggap AI seperti teman diskusi pintar bukan seperti kunci jawaban.


Kesimpulan

AI boleh digunakan untuk belajar SNBT 2026 bahkan sangat disarankan. AI dapat mempercepat pemahaman materi, memberi latihan tanpa batas, dan membantu siswa belajar mandiri. Namun AI bukan guru sempurna. Ia bisa salah, bisa berhalusinasi, dan bisa membuat siswa merasa paham padahal belum.


Kunci keberhasilan bukan pada seberapa sering menggunakan AI, tetapi pada bagaimana menggunakannya. Siswa yang menjadikan AI sebagai alat berpikir akan berkembang. Siswa yang menjadikan AI sebagai pengganti berpikir justru akan tertinggal. Di masa depan, yang unggul bukan siswa yang paling cepat bertanya ke AI tetapi siswa yang tahu bagaimana berdiskusi dengan AI.

Dan itulah sebenarnya inti pendidikan di era kecerdasan buatan.


Daftar Pustaka

Alkaissi, H., et al. (2023). Artificial Hallucinations in ChatGPT: Implications in Scientific Writing.

Lee, C. (2025). Generative AI Risks and Hallucinations. Elsevier.

OpenAI. (2025). Why Language Models Hallucinate.

Mutaqin et al. (2023). Peran Artificial Intelligence dalam Sistem Pendidikan.

Subiyantoro (2023). Penggunaan ChatGPT dalam Pembelajaran Adaptif.

Ali, M.K. (2025). AI-Based Learning Improves Student Understanding.

Forero & Herrera-Suárez (2023). ChatGPT in the Classroom: Academic Performance Study.

Walters, W.H. (2023). Fabricated Citations in AI Generated Research.


Keyword: belajar UTBK pakai ChatGPT, tips belajar SNBT 2026, cara belajar efektif SNBT, AI untuk pelajar SMA, cara belajar dengan AI